Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 23 Maret 2010

Apakah Jatuh Cinta Dengan Sahabat Salah?

September 15, 2009 by realwhite
Terkadang pertanyaan diatas kerap terjadi dalam kehidupan asmara kita. Ya, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa jatuh cinta dengan seorang sahabat karib sering terjadi. Hal itu disebabkan karena setiap ada masalah, maka sahabatlah tempat kita berkeluh kesah, demikian juga sebaliknya. Terlebih lagi jika kita satu kantor dan sering keluar bareng. Hubungan yang erat itu makin menambah ketertarikan kita terhadap seorang sahabat karib. Kita sering menganggap bahwa hanya dialah yang paling mengerti kita sepenuhnya, dialah yang pantas buat kita, dialah yang kita cari selama ini untuk mengisi kekosongan hati kita. Hal tersebut sudah tentu benar, bagaimana tidak? Setiap kali kita ada masalah, dialah yang akan menghibur dan menenangkan kita. Setiap kita butuh dukungan, dialah orang yang pertama kali mendukung kita dari belakang, bahkan dia rela menjadi ‘tong sampah‘ kita yang kita penuhi dengan berbagai keluh kesah tentang masalah yang sedang kita hadapi untuk mencari jalan keluar terbaik.

Menjalin hubungan jarak dekat terbukti lebih efektif ketimbang hubungan jarak jauh atau yang sering kita sebut LDR – Long Distance Relationship. Hal ini tambah mengokohkan pendirian kita bahwa sahabat karib yang sering jalan bareng kita adalah pasangan yang sempurna. Tetapi tidakkah kita berpikir jika kita menjalin hubungan dengan seorang sahabat karib akan merubah segalanya? Hal tersebut pasti sering terlintas dalam pikiran kita. Banyak pertanyaan yang muncul dalam benak kita, seperti ‘Apakah sikap dan sifatnya akan berubah?‘ atau ‘Jika dia menolakku, apakah dia masih mau bersahabat denganku seperti sediakala?‘. Ya, semua itu akan menjadi suatu dilema besar yang dapat membuat kita susah tidur, selalu gelisah memikirkan dua hal yang bertentangan antara memilih sahabat atau cinta.

Di satu sisi kita merasa nyaman karena memiliki sahabat sepertinya dan tidak ingin hubungan tersebut menjadi berantakan, tetapi di sisi lainnya kita sangat menginginkannya menjadi kekasih kita yang nantinya dapat menjadi pendamping hidup kita juga. Memang suatu pilihan berat, bagaikan kita sedang mengikuti ujian kelulusan yang akan menentukan masa depan kita selanjutnya. Jika kita memilih dia menjadi sahabat kita selamanya, maka kita harus bersiap menerima kenyataan bahwa suatu saat dia akan menemukan seseorang yang dia cintai. Tetapi jika kita memilih untuk mengungkapkan isi hati kita kepadanya, maka bersiaplah untuk menerima kemungkinan terburuk jika dia tidak menyukai kita dan menolak kita, terlebih hubungan persahabatan itu tentunya akan menjadi canggung dan kaku.

Semua keputusan ada resikonya, semuanya terkait dalam hubungan sebab akibat yang tidak dapat kita elakkan lagi. Seandainya kita memilih untuk tetap menjadi sahabatnya, dan untuk menghilangkan semua perasaan cinta kepadanya kita mencoba mencari sosok pria/wanita yang sekiranya mampu menggantikannya, maka hal tersebut tidak akan berhasil. Kita hanya akan menyakiti perasaan kita sendiri dan pasangan kita yang sebetulnya adalah pelampiasan semata. Hubungan itu tidak akan berlangsung lama dan harmonis. Ya, hal itu sudah saya buktikan. Hal itu terjadi karena kita tidak akan pernah puas terhadap pasangan kita yang tidak dapat memberikan kenyamanan dalam segala hal seperti sahabat kita. Kita akan terus menerus mencoba merubah pasangan kita menjadi seperti sahabat kita, dan hal itu akan membuat pasangan kita menjadi kecewa dan risih. Tetapi apabila kita memilih untuk mengungkapkan perasaan kita pada sahabat kita, maka kita harus siap menerima resiko bahwa dia tidak menyukai kita terlebih mencintai kita. Belum tentu apa yang dia rasakan sama seperti yang kita rasakan, belum tentu semua rasa nyaman yang kita rasakan dirasakannya juga. Tentu saja hal ini akan membuat kita dan sahabat kita menjadi sedikit canggung jika bertemu, dan tentunya hubungan persahabatan itu akan menjadi sedikit renggang. Kalaupun dia menerima kita, apakah sahabat kita yang lainnya menyukai dan menyetujui hal itu? Hal tersebut dapat juga membuat kita kehilangan sahabat kita yang lainnya.

Keputusan tetap ada di tangan kita, masa depan sepenuhnya ada di tangan kita. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya dan bagaimana kita mempertimbangkan resiko yang ada. Pilihan sudah ada di depan kita, sekarang tinggal mengambil keputusan apakah sahabat atau cinta? Semua itu ada resiko yang harus dibayar, memang benar terkadang resiko yang harus kita bayar terlalu mahal harganya. Jatuh cinta dengan sahabat karib bukan hal yang salah, hal itu sangat wajar terjadi. Jangan menyalahkan diri kita sendiri, jangan menyalahkan kehadirannya, jangan menyalahkan waktu, jangan menyalahkan pilihan yang ada. Semua itu telah diatur oleh Sang Maha Kuasa, kita sebagai umatnya hanya perlu melakukan yang terbaik. Saya sendiri sampai detik ini masih belum dapat mengambil keputusan yang amat sangat berat ini. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah dapat memutuskan?

Apa keputusan Anda? Pilih tetap

APABILA ANDA BERFIKIR ANDA BISA, ITU BENAR ANDA BISA.
DAN APABILA ANDA BERFIKIR TIDAK BISA, ITU JUGA BENAR ANDA TIDAK BISA.

JADI, BERFIKIR POSITIFLAH SELALU, KARENA ANDA ADALAH APA YANG ANDA FIKIRKAN

Kamis, 28 Mei 2009

friendship for me

sahabat adalah orang yang selalu mendukung kita, dan selalu bertejang ketika bersama kita. Bertelanjang dalam artian tidak ada sifat yang berusaha ditutupi oleh seorang sahabat.
selalu bsa mengkeritik kita secara lugas, walaupun tidak ada niatan untuk menghina kita..

TAPIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak menutup kemunkinan sahabat berubah menjadi cinta lHO...